Berhala di zaman sekarang ini tidaklah lagi berbentuk patung yang dari kayu, batu, emas dan lain sebagainya. Walaupun benda-benda seperti patung dan lain-lain itu masih tetap banyak kita temui di berbagai tempat. Tetapi kali ini saya mengajak kita semua melihat ada berhala terselubung yang tidak disadari oleh banyak orang. Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa seseorang atau seorang anak bisa “kecanduan” main game online? Ya karena di dalam game online itu ada kuasa-kuasa kegelapan yang dapat menarik perhatian terus menerus setiap orang yang memainkannya.

Bagi yang suka main game online pasti tahu yang namanya membuat “char” atau karakter. Karakter di dalam game itulah yang dapat menjadi berhala bagi yang memainkannya. Memang “Char” atau Karakter itu tidak mempunyai bentu fisik yang bisa disentuh oleh kita, tetapi karakter di dalam game itu, kita buat seperti patung dalam kehidupan nyata.

Kalau patung biasa dibersihkan dan disembah atau lain sebagainya, kalau di dalam game online, maka menyembahnya dengan cara memainkannya. Maksud saya adalah sama-sama menghabiskan waktu untuk hal yang tidaklah berguna atau jadi melupakan Tuhan sementara waktu atau menarik perhatian kita selain kepada Tuhan.

Ada yang bilang “main game kan buat senang-senang”, ya begitu pula dengan menyembah patung atau berhala, mereka yang menyembahnya juga merasa senang. Maksud saya bukan melarang bermain game atau bersenang-senang, tetapi tentukan siapa yang menjadi hamba dan tuannya? Siapa yang memainkan dan dimainkan? Jangan sampai kita diperhamba dan dipermainkan oleh game itu, alias kecanduan.

Game online semakin hari, semakin menarik perhatian. Bahkan nantinya orang akan semakin sulit membedakan antara realita dengan dunia maya/game. Sekarang saja game jenis “Virtual Life” sudah ada banyak sekali jenisnya. Dari yang lucu-lucu dan imut-imut, sampai yang bentuknya 3D dengan fitur yang bisa menikah dan kawin, berantem dan masuk penjara (walaupun untungnya di Indonesia game itu di blokir. Semoga saja tetap diblokir seterusnya).

Yang memprihatinkan adalah waktu orang menyembah berhala/patung, tidaklah sebanyak ketika orang-orang yang kecanduan bermain game online. Industri game pun semakin hari semakin banyak, begitupun pengusaha warnet dilingkunganku semakin hari semakin banyak dan banyak yang buka 24 jam. Bisa dibayangkan bahaya pada anak-anak dan terlebih orang dewasa yang kecanduan main game online. (yang mati/korban karena bermain game online nonstop sudah banyak, dan akan bertambah terus).

Game online sudah banyak sekali merusak otak dan pikiran anak-anak sekolah maupun yang kuliah, bahkan yang kerja. Berapa banyak anak jadi putus sekolah, atau DO kuliah gara-gara game online, bahkan ada yang gara-gara main game online saat bekerja, jadi membuat orang lain tewas (kejadian seorang dokter jaga bayi, yang keasyikan main game online saat betugas jaga). (Semoga tidak ada diantara teman-teman semua disini.)

Kasus kekerasan, di antara anak-anak seperti merampok, membunuh, memperkosa, menganiaya, dan lain sebagainya salah satu penyebabnya karena di dalam game online banyak hal-hal itu. Seorang yang sudah tidak dapat membedakan realita maka orang itu akan menganggap nyawa manusia tidaklah berharga, lagipula kalau di game online kan kalau mati bisa hidup kembali. Jadi semakin membuat seseorang yang sudah kecanduan game online tidaklah lagi peduli atau menghargai orang-orang di sekitarnya termasuk menghargai keluarga ataupun atasannya.

Bagi yang punya anak dan hobi main game, coba deh sesekali perhatikan, game apa saja yang dimainkan. Kalau dulu D&D (Dungeon & Dragon) sempat dibahas di berbagai buku rohani Kristen sebagai game berbahaya untuk dimainkan karena sihir yang didalam game itu dapat dipraktekan di dunia nyata (Silahkan dicoba kalau nggak percaya, tapi kalau masuk neraka jangan salahkan saya ya. Peace). Tetapi saya pikir sekarang, game D&D itu sudah tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan game-game online yang baru-baru. Maksud saya banyak yang lebih berbahaya daripada game D&D.

Untuk yang mau melihat wujud-wujud iblis dan setan-setan di neraka, sekarang ini tidaklah perlu lagi punya karunia penglihatan atau dibawa Tuhan Yesus ke neraka. Sebab setan-setan itu sudah “promosi” atau menyatakan wujudnya melalui gambar-gambar 2D maupun 3D di dalam game-game online maupun anime. Dari gambar wujud yang dibuat lucu-lucu sampai bentuk aslinya yang menyeramkan. Bahkan setan-setan itu pun mengenalkan nama mereka dengan nama aslinya. Mungkin supaya kalau antikristus berkuasa, orang-orang sudah mengenal mereka dan sifat-sifat mereka.

Tidak jarang juga setan-setan yang tampaknya seram itu bisa kita mainkan atau jadikan “char” atau karakter kita. Silahkan dibayangkan sendiri jika kita sudah merasa berperan sebagai salah satu dari setan-setan itu. Cepat atau lambat, kita akan mempunyai sifat yang tidak berbeda dengan “char” atau karakter setan yang ada di dalam game itu.

Kalau mau dibahas tentang game online yang dibuat begitu menarik, saya kira tidak akan ada habisnya. Sebab semakin lama, setan akan semakin pintar untuk menipu manusia. Kalau sekarang saja sudah banyak anak-anak yang lebih memilih pergi ke warnet daripada ke gereja, suatu saat nanti orang-orang akan memilih percaya kepada setan daripada percaya kepada Yesus ketika Tuhan Yesus datang kedua kali.

Segitu dulu… Lain kali saya lanjutkan lagi, hati-hatilah supaya game online tidak menjadi berhala di dalam kehidupan ini. Sekali lagi saya tidak melarang bermain game online, cuma berhati-hatilah saat memainkannya. (Dedy Yanuar)