Di sebuah ruang praktek dokter terjadi percakapan antara dokter dan pasiennya. Dengan sangat hati-hati dokter menerangkan kepada pasiennya seorang pria yang digigit anjing gila itu bahwa keadaannya cukup kritis.

Anjing itu, ternyata memang menderita rabies. Si lelaki yang digigit anjing tersebut segera meminta selembar kertas dan meminjam bolpen.

“Tuan tak perlu terburu-buru menulis surat wasiat,” kata dokter.

“Masih ada cukup banyak waktu.”

“Siapa bilang saya mau menulis surat wasiat? Orang saya mau membuat daftar orang-orang yang harus saya gigit.”