Toko besar yang mengadakan obral besar, pagi-pagi sudah ditunggu bukanya oleh para maniak belanja.

Terlihat antrian yang panjang dan berjejal di depan toko yang baru akan buka lima belas menit lagi (jam 9 pagi).

Seorang lelaki tua tampaknya tidak sabar, dia memotong antrian paling depan. Tentu saja orang lain marah.

Si lelaki ditarik hingga ke antrian paling belakang sambil disumpahi orang-orang.

Tetapi rupanya si lelaki tua ini tidak kapok. Dia mencoba lagi kedua kalinya.

Kali ini orang-orang mendorongnya kembali ke barisan paling belakang.

Dengan tertatih-tatih si lelaki tua bangun sambil berteriak, “Okeh, cukup. Jika lu olang dolong-dolong oweh telus, oweh tidak akan buka pintu tokonya oweh !!!”‎​‎​