– Jika dikatakan cantik dikira menggoda, jika disebut jelek disangka menghina.

– Bila disebut lemah dia protes, bila disebut perkasa dia malah menangis.

– Maunya emansipasi, tapi disuruh membenarkan genteng menolak (sambil mengomel, “Masak disamakan dengan cowok”).

– Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bus malah cemberut (sambil mengomel, “Egois amat sih cowok ini, tidak punya perasaan).

– Jika ditanyakan siapa yang paling dibanggakan, kebanyakan menjawab “ibuku” … tapi kenapa ya, lebih bangga jadi wanita karier… padahal ibunya adalah “ibu rumah tangga”.

– Bila kesalahannya diingatkan mukanya merah, bila diajari mukanya merah, disanjung mukanya merah, jika marah mukanya merah… Kok sama semua? Bingung!

– Ditanya ya atau tidak, jawabnya diam; ditanya tidak atau ya, jawabnya diam; ditanya ya atau ya, jawabnya diam; ditanya tidak atau tidak jawabnya diam; ketika didiamkan malah marah… (repot, kita disuruh jadi dukun yang bisa menebak jawabannya).

– Disebut ceriwis marah; disebut berisik ngambek; disebut banyak mulut tersinggung; tapi kalau disebut supel … wah seneng banget … padahal sama saja maksudnya.

– Disebut gemuk tidak senang, padahal maksudnya sehat. Disebut kurus malah senang … padahal maksudnya “kenapa kamu bisa jadi seperti itu?”

– Itulah wanita… dia makin senang kalau kita makin bingung …

[Sumber diambil dan diedit: Manna Sorgawi, Januari 2007 / e-Humor]