Sudah sekian lama media-media di Cina menyorot cerita tentang banyaknya anak-anak yang terlantar akibat orangtua dan keluarga yang sibuk bekerja untuk menyambung kehidupan. Namun satu cerita fakta inilah yang menjadi pemicu masyarakat dunia tergetar untuk mendesak agar pemerintah negeri tirai bambu itu mau turun tangan.

Awalnya adalah ketertarikan seorang pewarta foto bernama Lu Qixing yang melihat seorang anak perempuan berusia 10 tahun menggendong adik bayinya yang tengah tertidur. Yang menjadi menarik adalah, anak itu mengasuh adiknya sembari mengikuti pelajaran di sekolah dasarnya.

Setelah ditelusuri, keluarga bocah perempuan bernama Long Zhanghuan itu bekerja di luar kota, sementara kakek dan nenek mereka bekerja sebagai buruh pabrik. Alhasil Long tidak punya pilihan lain kecuali membawa adiknya bersekolah. Ketika sang adik yang kepalanya membesar akibat kurang gizi itu tertidur, terpaksa Long menggendongnya.

Fakta menyedihkan inilah yang membuat Lu mengunggahnya ke dunia maya. Bisa ditebak, masyarakat dunia maya langsung ikut menyebarkannya. Keprihatinan segera muncul, bahkan ada juga yang mencari jalan agar bisa memberi bantuan finansial.

Satu fakta yang belum terkuak lagi adalah, kisah Long sebenarnya hanyalah satu diantara banyaknya siswa yang mengalami kejadian serupa, khususnya di Jiangshang, sebuah kota kecil yang sebagian besar warganya adalah suku minoritas Miao. 

Terlalu banyak persoalan yang terjadi di setiap negara. Kita tidak dapat membayangkan bagaimana nasib para anak-anak yang seharusnya mendapatkan masa menyenangkan, harus tergerus oleh tuntutan kehidupan yang menjadikan manusia kini tak lebih dari robot yang diatur sistem industrialisasi.  

Sudahkah kita bersyukur melihat anak-anak kita kini dapat bermain dan belajar dengan nyaman, dapat beristirahat dengan tenang dan melihat senyum tawa kegembiraan terpancar dalam wajahnya? Sayangilah mereka dan berdoa untuk anak-anak di belahan dunia lain yang tidak seberuntung seperti dirinya