Suatu hari, seorang pemuda membereskan barang-barang milik almarhum kakeknya, tiba-tiba matanya tertuju kepada sebuah amplop merah. Di bagian depan amplop itu tertulis,  “Untuk cucu laki-lakiku.”

Mengenali tulisan tangan kakeknya, anak muda itu membuka amplop tersebut. Di amplop itu tertulis surat yang ditujukan padanya:

Dear Ronny,

Bertahun-tahun lalu kamu pernah datang kepadaku untuk meminta tolong. Kamu berkata, “Kakek, bagaimana engkau bisa menyelesaikan banyak dalam hidup kamu? Kamu masih penuh energi hingga saat ini, dan saya telah lelah karena berjuang. Bagaimana aku bisa memiliki antusiasme seperti yang kakek miliki?”

Aku tidak tahu harus menjawab apa. Tetapi aku tahu bahwa aku tinggal menghitung hari, aku berpikir bahwa aku berhutang jawaban kepadamu. Jadi inilah yang aku percayai.

Aku pikir hal ini banyak berhubungan dengan cara pandang seseorang kepada sesuatu. Hal ini dinamakan ‘bukalah matamu lebar-lebar.’

Pertama, sadarilah bahwa hidup ini penuh kejutan, tetapi banyak diantaranya adalah sesuatu yang baik. Jika kamu tidak memperhatikannya, kamu akan melewatkan setengah dari kegembiraan. Harapkanlah kesenangan itu sekali-kali, maka kamu akan mendapatkannya.

Ketika kamu menghadapi tantangan, sambutlah mereka. Ketika mereka meninggalkanmu, kamu akan bertambah bijak, kuat dan lebih memiliki kemampuan dari sebelumnya. Ketika kamu membuat kesalahan, bersyukurlah atas pelajaran yang kamu dapatkan dari hal itu. Putuskanlah untuk menggunakan pelajaran tersebut untuk mencapai tujuanmu.

Dan selalu ikuti aturan. Bahkan yang terkecil. Ketika kamu mengikuti aturan yang ada, kehidupan akan berjalan. Jika kamu pikir kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau dengan melanggar aturan, maka kamu sedang membodohi diri sendiri.

Selain itu juga penting untuk memutuskan apa yang benar-benar kamu mau. Lalu fokuskan pikiranmu kepada hal itu, dan bersiaplah untuk menerimanya.

Tapi bersiaplah juga untuk berakhir di sebuah tempat yang baru juga. Bersama bertambahnya waktu, kamu akan menggunakan sepatu yang lebih besar juga. Jadi bersiaplah untuk akhir sama seperti bersiap untuk awal sebuah tantangan.

Terkadang kita harus berani untuk bergerak dari sesuatu yang akrab ke tempat yang asing. Kehidupan ini tidak hanya untuk mencapai puncak. Bagian dari hal itu adalah berpindah dari satu puncak ke puncak lainnya. Jika kamu istirahat terlalu lama diantara waktu perpindahan itu, kamu mungkin tergoda untuk berhenti. Biarkan masa lalu menjadi masa lalu. Dakilah gunung selanjutnya dan nikmatilah pemandangannya.

Buanglah beban yang membuat melemahkan emosi maupun rohmu. Ketika kemarahan, kepercayaan atau sikapmu membebanimu, kurangilah bebanmu. Buanglah rasa sakit yang memperlambat dan menguras energimu.

Ingatlah bahwa pilihan-pilihanmulah yang menentukan kesuksesan ataupun kegagalanmu. Jadi pertimbangkan semua jalur yang ada di depan, dan putuskan mana yang akan kamu tempuh. Lalu percayalah pada dirimu sendiri, bangut dan teruslah maju.

Dan pastikan untuk sesekali beristirahat. Hal ini akan membuatmu bisa melakukan pembaharuan komitmen untuk mencapai mimpimu dan mencerahkan, serta menyehatkan pandangan tentang apa yang paling penting bagimu.

Lebih penting dari semua itu, jangan pernah menyerah pada dirimu sendiri. Orang yang menjadi pemenang adalah orang yang memutuskan untuk menang. Berikan kepada kehidupan segala sesuatu yang ada padamu, dan kehidupan akan memberikan kembali kepadamu semua yang terbaik.

Selalu mencintaimu,

Kakek

(Inspirational fiction by Steve Brunkhorst)