Tahukah Anda bahwa sebagian besar keyakinan dan sikap hidup kita dibentuk oleh pengalaman masa lalu kita? Misalnya, televisi kuno Anda tiba-tiba rusak dan bermasalah. Untuk mengatasi masalah tersebut Anda menggebrak dan menggoncangkan-goncangkannya, lalu secara kebetulan televisi itu hidup kembali. Suatu kali ketika barang elektronik Anda yang lain rusak, hal pertama apakah yang akan Anda lakukan?

Kemungkinan besar Anda akan menggebrak dan menggoncang-goncangkannya lagi! Pengalaman masa lalu telah membentuk kita dan memberikan keyakinan bahwa dengan menggebrak dan menggoncang-goncangkannya, barang elektronik yang rusak bisa hidup kembali.

Mengapa ada orang yang memiliki perilaku seks menyimpang seperti halnya kelompok gay atau lesbian? Sebagian besar itu akibat dari pengalaman masa lalunya. Semisalnya ia pernah dikecewakan atau dikhianati oleh pria yang menjadi pacarnya, maka pengalaman itu dijadikan sebuah kebenaran bahwa semua pria di dunia memiliki sifat-sifat seperti mantan pacarnya tersebut. Akhirnya orientasi seksualnya beralih dari pria kepada sesama jenisnya.

Pengalaman hidup memang bisa dijadikan salah satu acuan hidup, supaya kita bisa menjadi lebih bijak untuk waktu yang akan datang. Namun pengalaman hidup di masa lalu tidak bisa kita jadikan sebagai patokan atau standar kebenaran. Anda mungkin dikecewakan oleh seorang pendeta, tapi itu bukan berarti semua pendeta buruk. Anda mungkin melihat satu orang Kristen yang penuh kepalsuan, tapi itu bukan berarti semua orang Kristen munafik. Anda pernah gagal dalam karir atau usaha, tapi itu bukan berarti hidup Anda berakhir dengan kegagalan.

Jika kita mengalami pengalaman buruk di masa lalu, hal yang perlu kita lakukan adalah melakukan pemprograman ulang diri kita sendiri dengan menggunakan standar Firman Tuhan. Jangan sampai pengalaman buruk menimbulkan traumatis dalam hidup kita, lagipula Tuhan selalu berurusan pada kita hari ini, bukan dengan hidup kita di masa lalu. (Kwik/renungan-spirit)

Atasi pengalaman masa lalu kita yang buruk dengan pemprograman ulang diri kita sendiri.