Bacaan : Roma 12:9-21
Setahun: Amsal 19-21; 2 Korintus 7
Nats: Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah
dalam damai dengan semua orang! (Roma 12:18)

Judul:

SEDAPAT-DAPATNYA

Tidak ada manusia yang sempurna, siapa pun orang tersebut. Sepandai-
pandainya tupai melompat, sekali waktu ia akan jatuh juga. Di atas
bintang masih ada langit. Semua prestasi yang dicapai manusia, pasti
ada batasnya. Daya jangkau manusia selalu terbatas. Selalu saja
masih di bawah standar “kesempurnaan”.

Paulus sadar akan hal itu. Itulah sebabnya tatkala ia memberi
nasihat kepada jemaat, ia tidak menuntut kesempurnaan. Ia tidak
menunjuk kepada anjuran yang muluk-muluk. “Janganlah kamu memikirkan
perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada
perkara-perkara yang sederhana” (ayat 16). Bahkan, dalam hal
menerapkan kebaikan pun, kita harus tetap realistis. Melakukannya
sebisa mungkin, sejauh yang dapat kita upayakan. Oleh karena itu, ia
menambahkan kalimat “sedapat-dapatnya”.

Di ruang praktik seorang dokter kenalan saya, terpasang tulisan di
dinding yang menjadi prinsipnya dalam bekerja. Bunyinya begini:

Sedapat-dapatnya lakukanlah semua yang baik Sedapat-dapatnya dengan
segala macam cara dan upaya Sedapat-dapatnya di segala waktu yang
ada Sedapat-dapatnya kepada siapa saja yang kamu temui Sedapat-
dapatnya selama mungkin kamu bisa melakukannya

Saya rasa ia benar. Begitulah semangat yang seharusnya merasuki
orang kristiani. Tak terlalu muluk hingga tak terlaksana apa-apa,
tetapi tidak juga menjadi malas. Melakukan kehendak Tuhan dengan
tekad “sedapat-dapatnya”. Tak lebih dan tak kurang dari itu –PAD

MARI KITA AKUI KETIDAKSEMPURNAAN KITA
SAMBIL BERTEKAD MENJANGKAU SEDAPAT MUNGKIN YANG KITA BISA

Roma 12:9-21

9  Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan
lakukanlah yang baik.
10  Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling
mendahului dalam memberi hormat.
11  Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu
menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
12  Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan
bertekunlah dalam doa!
13  Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu
untuk selalu memberikan tumpangan!
14  Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan
mengutuk!
15  Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah
dengan orang yang menangis!
16  Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah
kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah
dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap
dirimu pandai!
17  Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang
baik bagi semua orang!
18  Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam
perdamaian dengan semua orang!
19  Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut
pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada
tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut
pembalasan, firman Tuhan.
20  Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus,
berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara
api di atas kepalanya.
21  Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah
kejahatan dengan kebaikan!