TEMPO, Lajamanu -Penduduk di sebuah kota padang pasir terpencil di Australia dikejutkan oleh hujan tak biasa. Bukan air yang jatuh dari langit, tapi ratusan ikan. Tanda-tanda kiamatkah ini? Tentu tidak. Ini juga tak ada kaitannya dengan isu pemanasan global.

The Daily Telegraph melaporkan, ratusan ikan putih kecil itu jatuh selama lebih dari dua hari di Lajamanu di Northern Territory, Australia. Sebagian dari ikan-ikan itu masih hidup, sebagian lain sudah dalam kondisi beku.

Pakar cuaca Australia mengatakan bahwa hujan ikan itu dimungkinkan setelah beberapa saat lalu badai besar terjadi di wilayah itu. Badai itu kemudian menyedot ratusan ikan dari sebuah sungai dan membawanya ke angkasa. Ikan itu kemudian dibuang di Lajamanu yang berjarak 326 mil dari sungai itu.

“Badai itu bisa melambungkan ikan hingga ke ketinggian 40 ribu sampai 50 ribu kaki (12-15 kilometer) di udara,” kata Mark Kersemakers, seorang pakar cuaca. “Ikan-ikan itu kemudian mengalami pembekuan di udara. Setelah beberapa periode ikan-ikan itu kemudian dilepaskan.”

Fenomena ganjil ini, menurut Northern Territory News, terjadi untuk kali ketiga dalam kurun 30 tahun terakhir. Dua peristiwa terdahulu terjadi pada 1974 dan 2004.

Melihat kejadian itu, Joe Ashley, 55 tahun, dari Jabiru, sebuah kota pedalaman di Northern Territory, segera berfantasi bagaimana jika hewan-hewan lain juga berjatuhan dari langit. “Sekarang ikan-ikan kecil yang jatuh dari langit, bagaimana jika sesuatu yang lebih besar jatuh dari langit?” ujar Ashley. “Jika buaya, mungkin benar-benar menakutkan.”