Bacaan : Mazmur 139:1-12
Setahun: Kidung Agung 1-3; Galatia 2
Nats: Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang
baik (Amsal 15:3)

Judul:                               MATA TUHAN

Banyak sekolah di Inggris kini dilengkapi dengan kamera pemantau
(webcam) di tiap kelas yang terhubung ke jaringan internet.
Hasilnya? Orangtua bisa memantau apa yang sedang dilakukan anaknya
di kelas, kapan pun dan dari mana pun. Dari komputer di kantornya,
seorang ibu bisa melihat putrinya sedang membuat prakarya di kelas.
Sementara sang ayah yang sedang berada di luar negeri juga bisa
melihat putrinya di kelas dari komputer lewat internet. Webcam
membuat orangtua seolah-olah punya “mata super”. Tingkah laku anak
bisa dipantau dari jarak ribuan kilometer!

Mata Tuhan ibarat webcam yang ada di segala tempat. Ia  memantau apa
pun yang kita lakukan. Tidak ada satu pun tempat orang bisa
bersembunyi dari hadapan-Nya (ayat 7-10). Di tempat gelap sekalipun
Tuhan melihat (ayat 11, 12). Bahkan, mata Tuhan bisa melihat apa yang
tidak tampak di luar, yaitu pikiran (ayat 2) dan hasrat hati kita
(ayat 4). Bagi mereka yang mengasihi Tuhan, ini kabar baik. Tuhan
hadir dalam apa pun yang kita lakukan. Dia ada di mana pun kita
pergi. Tak perlu kita merasa takut. Sebaliknya, bagi mereka yang
berkubang dalam dosa, ini kabar buruk. Ternyata kita tidak punya
tempat dan kesempatan untuk menghindar dari sorotan mata Tuhan!

Apa sajakah rencana Anda hari ini? Ingatlah: setiap saat mata Tuhan
memandang Anda. Maka, jagalah kata-kata, sikap, dan tingkah laku
Anda agar selaras dengan kehendak-Nya. Buatlah Tuhan tersenyum saat
melihat bagaimana Anda memakai tiap jam yang berlalu. Di atas semua
itu, sadari dan nikmati kehadiran-Nya tiap saat –JTI

SELAMA HIDUP KITA DIAWASI MATA TUHAN TAK ADA YANG PERLU DITAKUTKAN

Mazmur 139:1-12
1  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan
mengenal aku;
2  Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti
pikiranku dari jauh.
3  Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala
jalanku Kaumaklumi.
4  Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya,
semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
5  Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau
menaruh tangan-Mu ke atasku.
6  Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak
sanggup aku mencapainya.
7  Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari
dari hadapan-Mu?
8  Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh
tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.
9  Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung
laut,
10  juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu
memegang aku.
11  Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan
terang sekelilingku menjadi malam,”
12  maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi
terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.