Bacaan : Matius 14:22-33
Setahun: Mazmur 123-125; 1 Korintus 10:1-18
Nats: Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka
terkejut dan berseru, “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena
takut (Matius 14:26)

Judul:

JAWABAN-NYA TAK TERDUGA

Jika Yesus berjalan di atas air pada saat hari cerah dan laut tenang,
rasanya para murid akan tepuk tangan dan melonjak-lonjak menyambut
kedatangan-Nya. Namun, saat itu malam gulita dan cuaca buruk. Murid-
murid kepayahan mendayung perahu melawan badai. Kemunculan-Nya yang
dramatis dan tidak lazim bukannya membangkitkan harapan, melainkan
memperparah kecemasan dan ketakutan mereka. Tak heran mereka mengira
Dia hantu!

Bukankah kita kerap mengalami persoalan serupa? Kita kepayahan
menghadapi masalah hidup dan sangat mengharapkan pertolongan Tuhan.
Namun, kita sulit mengenali Dia karena cara kedatangan-Nya di luar
dugaan kita. Atau, bentuk pertolongan-Nya berlawanan dengan keinginan
kita. Bukannya membaik, keadaan tampaknya malah semakin memburuk. Dan,
kita mengira tengah dicobai oleh Iblis! Benarkah?

Seseorang pernah menulis puisi: Ia meminta kekuatan, dan Allah
memberinya kesulitan untuk menjadikannya kuat. Ia meminta hikmat, dan
Allah memberinya masalah untuk dipecahkan. Ia meminta kemakmuran, dan
Allah memberinya otak dan kegigihan untuk bekerja. Ia meminta
keberanian, dan Allah memberinya bahaya untuk diatasi. Ia meminta
kasih, dan Allah memberinya orang bermasalah yang perlu ditolong. Ia
meminta kemurahan, dan Allah memberinya kesempatan. Ia tidak menerima
satu pun yang diinginkannya; ia menerima segala sesuatu yang
diperlukannya. Doanya terjawab. Lain kali, saat keadaan berlawanan
dengan harapan kita, bersiaplah: Jangan-jangan Tuhan malah tengah
datang mendekat! –ARS

TUHAN TIDAK BERJANJI MEMUASKAN KEINGINAN KITA
NAMUN DIA PASTI MENCUKUPKAN KEBUTUHAN KITA

Matius 14:22-33

22  Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke
perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh
orang banyak pulang.
23  Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke
atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia
sendirian di situ.
24  Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan
diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
25  Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di
atas air.
26  Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka
terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena
takut.
27  Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini,
jangan takut!”
28  Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu,
suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”
29  Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan
berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
30  Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai
tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”
31  Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata:
“Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
32  Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
33  Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya:
“Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”