Bacaan : Filipi 4:1-9
Setahun: Amsal 22-24; 2 Korintus 8
Nats: Jadi, akhirnya, Saudara-saudara, semua yang benar, semua yang
mulia,  semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis,
semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan
patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8)

Judul:

KEKUATAN PIKIRAN

Sejak kecil Tara Holland sudah bermimpi menjadi Miss America.
Impiannya nyaris kandas setelah beberapa kali ikut kontes dan tidak
menang. Bukannya putus asa, Tara terus berusaha. Akhirnya, pada 1997
ia sungguh-sungguh terpilih menjadi Miss America. Ketika ditanya
seorang wartawan apakah ia canggung berjalan di atas panggung? Tara
menjawab, “Tidak, karena saya sudah berjalan di atas panggung ribuan
kali dalam pikiran saya.”

Ada pepatah dalam bahasa Latin: Fortis imaginatio generat casum.
Artinya, imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Sejalan dengan
yang dikatakan Marcus Aurelius dalam karyanya Meditations
(Perenungan): “Profil kehidupan kita akan persis sama dengan apa
yang kita pikirkan”. Dengan kata lain, pikiran memiliki pengaruh
sangat besar dalam kehidupan seseorang.

Ketika yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal yang
negatif-kepedihan, keluhan, kemarahan, kebencian, dan kegagalan,
hidup kita akan terasa suram dan kelam. Sebaliknya kalau pikiran
kita sarat dengan hal-hal positif-kesuksesan, kasih, sukacita,
kebaikan, dan kebahagiaan, dunia pun akan terasa cerah. Pikiran
ibarat kacamata kehidupan, menentukan cerah suramnya apa yang kita
lihat.

Ketika menulis surat Filipi, Rasul Paulus sedang dipenjara. Dengan
kondisi demikian ia punya banyak alasan untuk mengeluh. Akan tetapi,
ia tidak membiarkan dirinya terjebak dalam pikiran negatif. Karena
itu surat Filipi jauh dari gambaran suram dan buram. Sebaliknya,
justru penuh dengan ungkapan sukacita dan luapan pengharapan –AYA

BIASAKAN BERPIKIR POSITIF HIDUP AKAN TERASA LEBIH CERAH

Filipi 4:1-9

1  Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan,
sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam
Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
2  Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir
dalam Tuhan.
3  Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia:
tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam
pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku
sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab
kehidupan.
4  Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:
Bersukacitalah!
5  Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah
dekat!
6  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi
nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa
dan permohonan dengan ucapan syukur.
7  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara
hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
8  Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang
mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua
yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut
dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
9  Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima,
dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat
padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan
menyertai kamu.