Bacaan : Filipi 3:4-14
Setahun: Pengkhotbah 4-6; 2 Korintus 12
Nats: … tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah
di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku
(Filipi 3:13)

Judul:                         PENJARA MASA LALU

Tidak sedikit orang yang secara fisik hidup pada masa sekarang,
tetapi hati dan pikirannya masih berada pada masa lalu. Seorang
gadis yang terus terkenang dengan pacar lamanya, sehingga ia tidak
bisa bahagia dengan pacarnya yang sekarang. Seorang pemuda yang
terus dikejar penyesalan karena pada masa lalu ia pernah melakukan
tindakan sangat tercela. Sungguh, betapa tidak nyamannya hidup dalam
“penjara masa lalu”. Sangat menyesakkan.

Secara manusiawi, Rasul Paulus punya “alasan” untuk terus menyesali
masa lalunya. Ia pernah menjadi penganiaya orang kristiani (Kisah
Para Rasul 9:1, 2). Lalu ia bertobat dan menjadi seorang pekabar
Injil yang gigih dan teguh. Namun, apa yang ia alami kemudian? Tidak
melulu kegembiraan dan kemudahan, sebaliknya tidak sedikit bahaya
dan penganiayaan (2 Korintus 11: 23-26).

Namun, Rasul Paulus tidak membiarkan dirinya terjebak dalam penjara
masa lalu. Ia melupakan segala kepahitan dan penyesalan akan masa
lalunya. Dan, mengarahkan diri kepada apa yang di hadapannya, kepada
visi hidupnya. Itulah sebabnya ia selalu tegar dan teguh; pun di
tengah tantangan dan hambatan yang menerpanya.

Betapa pun masa lalu yang telah kita alami-manis atau pahit-semuanya
sudah berlalu. Dan, hidup kita tidak pernah surut ke belakang. Masa
lalu baik untuk kita jadikan cermin, tetapi akan tidak baik kalau
terus-menerus kita “pegang”. Sebuah ungkapan bijak: Kemarin adalah
kenangan, esok adalah misteri, hari ini adalah kenyataan –AYA

JANGAN SIA-SIAKAN MASA KINI
HANYA UNTUK SEBUAH MASA LALU YANG SUDAH MATI

Filipi 3:4-14
4  Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal
lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada
hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
5  disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku
Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum
Taurat aku orang Farisi,
6  tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam
mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
7  Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang
kuanggap rugi karena Kristus.
8  Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan
Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh
karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya
sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
9  dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena
mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena
kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan
berdasarkan kepercayaan.
10  Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan
persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa
dengan Dia dalam kematian-Nya,
11  supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
12  Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah
sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga
menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
13  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah
menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang
telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di
hadapanku,
14  dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu
panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.