Bacaan : Efesus 6:10-20
Setahun: Amsal 25-26; 2 Korintus 9
Nats: Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam
doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua
orang kudus (Efesus 6:18)

Judul:

BAN SEREP

Diana adalah wanita karier. Setiap hari hidupnya lekat dengan setir
kemudi. Ia biasa menyetir sendiri mobil sedannya ke mana-mana. Suatu
hari ban mobilnya bocor di jalan tol. Segera ia menelepon teman
untuk minta bantuan. “Di mobilmu pasti ada ban serep, ” seru
temannya, “Tahukah kamu cara memasangnya?” Diana menjawab:
“Jangankan memasangnya, di mana letak ban serep itu saja aku tidak
tahu!” Ban serep memang jarang diperhatikan. Ia baru diingat dan
dicari saat kondisi sedang darurat.

Sama halnya dengan doa. Orang sering memandang doa sebagai ban
serep. Mereka tekun berdoa saat hidup sudah terasa tidak karuan.
Begitu jalan hidup kembali lapang, doa pun menghilang. Sikap ini
bertentangan dengan pandangan Rasul Paulus. Ia memandang doa
sebagai “senjata Allah”. Doa harus terus dikenakan agar orang
beriman dapat bertahan dalam godaan. Ia harus dinaikkan “setiap
waktu” (ayat 18). Kata “waktu” di sini memakai istilah kairos yang
berarti kesempatan. Jadi, berdoalah pada setiap kesempatan yang
muncul. Berdoa setiap waktu bukan berarti 24 jam kita harus melipat
tangan dan menutup mata, melainkan terus hidup dalam kontak batin
dengan Tuhan. Menyadari kehadiran-Nya. Doa harus dijadikan setir
kemudi. Sesuatu yang utama, penting, dan mengendalikan sepak terjang
kita. Dengan hidup dalam suasana doa, Tuhan bisa memimpin kita
berkata dan bertindak sesuai kehendak-Nya. Kita bisa terus sehati
sepikir dengan-Nya (ayat 19, 20).

Cobalah periksa kehidupan doa Anda akhir-akhir ini. Bagi Anda,
apakah doa menjadi sekadar ban serep, atau menjadi setir kemudi yang
mengendalikan arah hidup Anda? –JTI

BERDOA SETIAP WAKTU MENGHINDARKAN KITA DARI MASALAH YANG TIDAK PERLU

Efesus 6:10-20

10  Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan
kuasa-Nya.
11  Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat
bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
12  karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi
melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan
penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di
udara.
13  Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu
dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap
berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
14  Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan
berbajuzirahkan keadilan,
15  kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai
sejahtera;
16  dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan
perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si
jahat,
17  dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman
Allah,
18  dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam
Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang
tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
19  juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku,
dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku
memberitakan rahasia Injil,
20  yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya
dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku
berbicara.