Bacaan : 2 Timotius 2:19-22
Setahun: Amsal 27-29; 2 Korintus 10
Nats: Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan (2 Timotius 2:19)

Judul:
PIRING-PIRING CANTIK

Setiap kali hendak menata meja makan, ibu saya selalu menekankan satu hal: Pakailah piring yang bagus untuk menyajikan hidangan di meja makan. Apalagi kalau ada tamu, pasti peralatan makan yang terbaik akan dikeluarkan. Ibu saya akan selalu memprotes kalau saya dengan acuh memakai piring yang “sudah jelek”, apalagi ada bekas gosong atau retak, untuk menyajikan hidangan.

Dalam bacaan kita hari ini, Paulus menggambarkan bahwa “di dalam rumah ada perabotan-perabotan yang dipakai untuk maksud mulia”-yakni yang terbuat dari emas dan perak, dan ada juga perabotan yang akan dipakai untuk maksud yang “kurang mulia”-yakni yang terbuat dari kayu dan tanah (ayat 20). Dari gambaran tersebut, kita semua tentu ingin dipakai Tuhan untuk memenuhi maksud-maksud yang mulia, untuk melakukan pekerjaan yang besar. Maka, firman Tuhan menunjukkan caranya. Pertama, datang kepada Kristus melalui doa, dengan hati yang murni. Mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan Tuhan. Kedua, dengan menyucikan diri dari hal-hal yang jahat (ayat 21). Menjauhi nafsu yang menuruti keinginan daging. Menjauhi berarti tidak mau berkompromi. Ketiga, jika dulu kita memakai waktu untuk juga mengejar hal-hal yang salah, kini kita harus memakai waktu yang ada untuk mengejar keadilan, kesetiaan, kasih, dan damai. Terakhir, kita perlu tekun bersekutu dengan saudara-saudara seiman (ayat 22).

Tuhan rindu memakai kita untuk mengerjakan hal-hal yang besar. Bersediakah kita menyucikan diri dari segala kejahatan supaya kita siap dan layak dipakai Tuhan? –GS

SUDAHKAH HIDUP KITA “DIBERSIHKAN” OLEH KEMURAHAN-NYA
AGAR LAYAK UNTUK DIPAKAI TUHAN HARI INI?

2 Timotius 2:19-22

19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”
20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.